Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Badan Standardisasi Nasional, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

Jangan Lupakan Keluarga Karena Facebook

Oleh Muhammad Bahrudin —

Tak ada yang lebih penting dari keluarga. Kira-kira ungkapan semacam ini lah yang merasuki pemikiran CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk mengubah gagasan besar media sosial yang dirintisnya sejak 2004 silam.

Zuckerberg ingin para penggunanya memprioritaskan keluarga dan teman dibandingkan Facebook itu sendiri. Meskipun langkah ini diakui berisiko bagi investor, namun menjadi kabar baik bagi para pengguna Facebook.

"Kami membuat perubahan besar pada bagaimana kita membangun Facebook," kata Zuckerberg dalam sebuah unggahan blog beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, "Saya mengubah sasaran yang diberikan kepada divisi produk untuk fokus membantu menemukan konten yang relevan agar Kamu memiliki interaksi sosial yang lebih bermakna."

Zuckerberg menambahkan, dengan membuat perubahan ini, dia berharap waktu yang dihabiskan dan keterikatan seseorang dengan Facebook akan turun. Selain itu, waktu yang dihabiskan seseorang di Facebook akan jauh lebih bermakna.

Tahun lalu, jejaring sosial terpopuler di dunia membuat program artificial intelligence untuk pencegahan bunuh diri. Program ini dapat mendeteksi unggahan atau siaran langsung seseorang yang memiliki niat untuk bunuh diri.

Kendati demikian, tak sedikit penelitian lain mengatakan terlalu banyak menggunakan Facebook dapat berdampak buruk bagi kita.

Nah, berikut beberapa efek buruk berlebihan menggunakan Facebook.

1. Berapa banyak waktu yang dihabiskan orang di Facebook?

Pengguna Facebook di Amerika Serikat menghabiskan rata-rata 50 menit untuk browsing Facebook, Instagram dan Messenger. Bahkan, waktu tersebut terus bertambah hingga ini.

Sementara itu, situs pemasaran Mediakix menghitung rata-rata waktu yang dihabiskan seseorang menggunakan Facebook, Snapchat, Instagram dan YouTube. 

Hasilnya, rata-rata waktu yang dihabiskan seseorang di media sosial seumur hidup mereka yakni sekitar 5 tahun 4 bulan. 

Hasil ini menempati posisi kedua, dengan posisi pertama yakni menonton televisi, di mana rata-rata waktu yang mereka habiskan seumur hidup yakni lama 7 tahun dan 8 bulan.

Jadi terbayang kan, berapa waktumu yang terbuang untuk Facebook?

2. Bagaimana obrolan di dunia maya memengaruhi rasa seseorang?

"Penggunaan Facebook memiliki kaitan negatif dengan kesejahteraan seseorang," menurut sebuah penelitian tahun 2017 oleh para peneliti di UC San Diego and Human Nature Lab, Yale University.

Adapun, hal ini berkaitan erat dengan kesehatan mental. Berdasarkan penelitian dari Yale University tersebut, penggunan Facebook yang berlebih selama setahun diperkirakan dapat menurunkan kesehatan mental pada tahun berikutnya.

Riset itu juga nenemukan--baik menyukai atau mengklik tautan konten, secara signifikan diprediksi dapat menurunkan kesehatan fisik, mental dan kepuasan hidup seseorang.

Hasil itu didapat setelah para periset melihat data dari lebih 5.200 orang dewasa dan meneliti bagaimana kesejahteraan mereka berubah sesuai penggunaan Facebook.

Mereka meriset kepuasan hidup, dan beberapa data yang dilaporkan sendiri seperti kesehatan mental, kesehatan fisik dan indeks massa tubuh.

3. Apa dampak penggunaan Facebook berlebihan terhadap kepribadian seseorang?

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Behavioral Brain Research, frekuensi penggunaan Facebook yang berlebih setiap hari "terkait"dengan bagian lebih kecil di nucleus accumbens yang terletak di daerah hipotalamus. Ini adalah satu daerah di otak yang terkait dengan penghargaan.

Penelitian menunjukkan, kecanduan Facebook mirip dengan kecanduan obat-obatan, termasuk penggunaan obat-obatan untuk mengontrol perilaku. Ini mendukung teori yang mempertanyakan mengapa penggunaan Facebook disebut adiktif.

Temuan ini didukung oleh penelitian lain yang dipubkikasikan tahun sebelumnya di jurnal Social Networking.

Mengunggah, memberi tanda dan mengomentari foto di Facebook juga terkait dengan narsisme responden, baik pria dan perempuan.

Namun, dibanding pria, perempuan disebut lebih narsis, menurut penelitian yang menilai peserta dengan Narcissistic Personality Index, tes standard psikologi.

Artinya, Facebook bisa membuat orang kecanduan, dan menjadi narsis.


Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/17/112947720/jangan-lupakan-keluarga-karena-facebook.