Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Badan Standardisasi Nasional, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

How The Future Looks Like?

Oleh Muhammad Bahrudin —

Jika kita melihat betapa pesatnya perkembangan teknologi selama satu dekade terakhir, mungkin sempat terbesit satu pertanyaan di dalam benak kita.

 “Seperti apa, ya, kecanggihan teknologi sepuluh tahun mendatang?” atau “Bagaimana gaya hidup manusia pada satu dekade mendatang?”

Pertanyaan tersebut mungkin saja bisa dengan mudah terjawab, jika kita melihat bagaimana begitu canggihnya disrupsi teknologi yang sedang kita rasakan.

Jika melihat sepuluh tahun lalu, saat masyarakat kita belum begitu akrab dengan media sosial, atau dua puluh tahun lalu saat internet belum begitu akrab di telinga kita, mungkin kita sering bertanya:

Mungkin kah kita bisa membeli barang tanpa harus datang ke toko? Mungkin kah kita bisa membeli tiket tanpa perlu datang ke stasiun?”

Bukan suatu ketidakmungkinan pertanyaan kita sekarang, “Mungkinkah hanya dengan memikirkan ‘pintu lemari pendingin terbuka’ lalu pintu lemari pendingin kita akan terbuka dengan sendirinya?”

Dalam sebuah acara bertajuk “Supermentor-21: What the Future Looks Like” dua pembicara, yaitu: Dr. Dino Patti Djalal (Founder Foreign Policy Community of Indonesia dan Founder Supermentor) dan Erik Meijer (Chef Executive Officer Telkomtestra) membagikan kepada para peserta acara tentang bagaimana kira-kira kemajuan teknologi di masa mendatang.

Bapak Dino menjelaskan bahwa “Super Power” di masa depan bukan lagi tentang persenjataan yang hebat, namun “Super Power” di masa depan adalah informasi atau data, seperti contohnya adalah teknologi Big Data yang mungkin sudah mulai akrab di telinga kita.

Di masa depan nanti, semuanya akan terkoneksi satu sama lain. Dengan teknologi Internet of Things, hampir semua alat yang kita pakai untuk kebutuhan sehari-hari akan dapat terkoneksi dengan internet, seperti contohnya: smartphone, televisi, laptop, kulkas, oven, jam tangan, mobil, remot, AC, kamera cctv, bahkan hingga pintu rumah kita.

Sejalan dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, maka kita sebagai pengguna teknologi juga harus siap dengan kemajuan teknologi tersebut. Bapak Dino bahkan mengatakan bahwa “Someone who holds the technology will holds the world

Seperti yang kita ketahui bersama juga, sekarang telah muncul teknologi Artificial Intellegence (AI). Contoh sederhana penerapan AI yang dapat kita rasakan sekarang adalah Natural Language Processing (NLP), seperti Google Voice dan Siri. Di masa depan nanti, tentunya AI akan mengambil peran besar untuk membantu kehidupan kita.

Tak hanya itu, budaya cashless society juga pasti akan marak di mana-mana. Tiongkok akan menjadi “The Top of Geoeconomics Emerging Markets” jika kita melihat pertumbuhan ekonomi digital yang terjadi di Tiongkok sekarang.

Erick mengatakan, dengan munculnya robot kecerdasan buatan, nantinya akan ada banyak pekerjaan manusia yang dapat tergeser oleh robot. Salah satu pekerjaan yang akan tergeser oleh robot adalah: kasir. Pada masa mendatang, supermarket akan menerapkan sistem self service, seperti yang telah di terapkan oleh Amazon Go di Amerika Serikat. Di mana semua sistem menggunakan sistem sensor dan pastinya cashless.

Lalu pekerjaan apa saja yang akan mendominasi di masa depan?

Pertama, cybersecurity.

Karena dunia siber akan semakin berkembang dan akan semakin vital kedudukannya, maka keamanan siber juga akan semakin vital dibutuhkan, untuk menanggulangi adanya cybercrime bahkan cyberwar.

Kedua, real time analytics.

Kebutuhan akan kecepatan data di masa depan membuat pekerjaan di bidang real time analytics sangat dibutuhkan. Contoh real time analytics yang sekarang sedang kita rasakan adalah konsep Smart City yang digunakan pemerintah untuk memantau langsung keadaan di lapangan.

Ketiga, digital team collaboration.

Contoh kolaborasi digital yang pasti akan terjadi di masa depan dan mungkin telah kita rasakan adalah: flowdock(group and private chat platform), GoToMeeting (online video conferencing), Googledocs.

Keempat, digital twin.

Digital twin adalah sebuah teknologi pengambil keputusan. Teknologi ini akan merekam kemana saja kita pernah pergi, atau tempat yang paling sering kita datangi, barang apa yang paling sering kita beli, bahkan lagu apa saja yang paling sering kita dengar. Dengan rekaman seluruh kegiatan kita yang menggunakan internet, digital twin akan membantu kita untuk mengambil sebuah keputusan. Contoh paling mudahnya adalah ketika kita menggunakan Google maps. Google akan membantu kita untuk mencarikan jalan yang terhindar dari kemacetan.

Kelima, containers and microservices.

Satu hal yang pasti, masa depan bukanlah sesuatu yang tidak dapat kita prediksi, atau bukanlah sesuatu yang masih abu-abu. Apa yang menjadi tren hari ini, mungkin juga akan menjadi sebuah tren di masa depan. Inovasi akan terus ada.  

"It is not the strongest of the species that survives, nor the most intellegent, but the one most responsive to change." Charles Darwin


Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/02/21/how-the-future-looks-like