Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Badan Standardisasi Nasional, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

Begini Proses Restorasi Arsip Korban Banjir yang Dilakukan ANRI

Oleh Diandra Nessia Alisty —
   67

Warga korban banjir tahun baru 2020 tak perlu risau jika arsip-arsip penting Anda rusak karena teredam air. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memberikan pelayanan untuk warga yang ingin melakukan restorasi dokumen secara gratis.

Adapun dokumen yang bisa direstorasi seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Surat Nikah, Kartu Keluarga, Ijazah, Sertifikat Tanah dan surat-surat penting lainnya. Sejak layanan ini diketahui publik, banyak sekali warga korban banjir berdatangan ke kantor ANRI di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan.

"Sudah, sudah banyak sekali ratusan kali ya, tidak hanya individu ada juga instansi. Terakhir ini dari instansi BPN Bekasi," kata Kepala Subdirektorat Restorasi Arsip ANRI, Anak Agung Gede Sumardika, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (3/1).

Agung memastikan, tidak ada persyaratan tertentu bagi warga yang ingin melakukan restorasi dokumen penting. "Cukup bawa saja dokumen yang basah karena banjir itu, namun saat ini kita berfokus pada arsip keluarga," jelasnya.

Lalu bagaimana proses restorasi sebuah arsip atau dokumen yang rusak karena basah?

Menurut Agung, setelah pihaknya menerima arsip dari masyarakat, hal yang pernah dilakukan adalah menyemprotkan etanol atau alkohol ke bagian permukaan arsip. Jika arsip dalam bentuk jilid, maka dipilah perlembar sebelum disemprotkan alkohol.

"Tujuannya agar arsip-arsip yang basah itu tidak jamuran," jelasnya.

Setelah itu, arsip yang telah dipilih diletakkan di atas alas yang disebut nowovens hit. Kertas tipis seperti tissue itu memiliki fungsi menyerap air.

"Lalu kita keringkan di rak pengering dengan bantuan kipas angin. Jadi untuk diketahui, pengeringan dengan cara menjemur di matahari itu adalah keliru. Karena justru membuat serat kertas patah dan mudah sobek," jelasnya.

Setelah setengah kering, dilanjutkan pengeringan menggunakan hairdryer khusus arsip, atau bisa juga setrika dengan suhu panas tertentu.

"Tapi dilapisin atas dengan kertas, jangan dengan kain. Itu keliru," katanya.

Setelah dipastikan benar-benar kering, barulah dilakukan pengepresan agar permukaan arsip rata dan kertas tidak pecah. Barulah yang terakhir finishing akhir.

"Kalau arsip semula bentuk buku maka kita jilid kembali, untuk ijazah atau sertifikat tanah akan diberi pelindung dengan metode enkapsulasi, semacam laminating tapi beda bahannya karena gak lengket ke pori-pori kertas," katanya.

"Dengan metode itu, ke depannya akan mempermudah proses restorasi kalau arsip terdampak bencana banjir lagi," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agung menambahkan, yang perlu diketahui dari proses restorasi ANRI yakni bertujuan untuk merawat fisik arsip yang rusak. Sehingga, bila ada kerusakan informasi seperti bagian kalimat atau penomoran yang hilang harus dilaporkan ke instansi terkait.

"Dalam proses merawat fisik itu juga tidak bisa 100 persen seperti semula. Misalnya kayak warnanya berubah karena air kotor," katanya.

Untuk proses restorasi satu lembar dokumen, katanya, tergantung dari kondisinya. Semisal hanya rusak 50 persen, maka proses perbaikan hanya butuh dua sampai tiga jam.

"Tapi kalau kayak gini lagi ramai juga, ya harus sabar. Karena waktu pasti lebih banyak," jelas dia.

 


Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/begini-proses-restorasi-arsip-korban-banjir-yang-dilakukan-anri.html

© 2019 Perpustakaan BSN. All Rights Reserved.
Powered by SLiMS.